Oleh Abdussalam

”Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami ialah Allah’, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqamah), maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), ‘Janganlah kamu merasa takut dan merasa sedih. Bergembiralah kamu dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS Fushshilat [41]: 30).

Kata istiqamah berarti i’tidalul amri, yakni sesuatu yang tegak lurus. Seseorang dapat dikatakan istiqamah jika ia telah melakukan sesuatu itu dengan tegak lurus.

Dalam artian kokoh, penuh keteguhan, tidak goyah atau konsisten pada jalannya. Tidak ada penghalang yang dapat membelokkan usahanya untuk mencapai tujuannya.

Karena itulah, istiqamah merupakan sifat yang paling dicintai Allah SWT. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, ”Amal perbuatan yang paling dicintai Allah adalah perbuatan yang dikerjakan secara terus-menerus walaupun sedikit.”

Seorang Muslim yang istiqamah akan bersedekah setiap harinya walaupun dengan jumlah yang sedikit. Ini lebih baik daripada mereka yang bersedekah dengan nominal yang banyak, namun hanya sekali dalam setahun, atau bahkan seumur hidupnya.

Istiqamah adalah kata yang ringan diucapkan. Meski ringan, tidak sembarang orang dengan mudah melaksanakannya. Istiqamah mensyaratkan pemahaman, menepatinya dengan menuntaskan segala konsekuensinya, kemudian berkomitmen untuk tetap lurus di jalan-Nya.

Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa untuk istiqamah di jalan Allah SWT, diperlukan modal ilmu dan modal amal. Dengan ilmu, seseorang bisa mengetahui posisi jalan dan di mana harus bertindak.

Kemudian, dengan beramal, yakni berjalan dengan tekad yang kuat menempuh jalan yang telah diterangi oleh cahaya ilmu. Amal ini janganlah pernah berhenti hingga mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu ridha Allah SWT.

Begitupun rintangan yang menghadang, hendaknya tidak mengendurkan semangat, bahkan menghentikan langkah. Dalam penjelasan lain, istiqamah akan mudah diwujudkan dengan melakukan beberapa hal berikut.

Pertama, keikhlasan dalam berucap dan berbuat. Hanya orang yang memiliki niat tulus yang dapat bertahan.

Kedua, ketetapan dalam berbuat, yakni harus selalu dilandasi oleh sunah Rasulullah SAW. Ketiga, tekad yang kuat dalam berbuat.

Keempat, bertawakal karena dengan tawakal seseorang akan selalu optimistis dalam berusaha. Dengan tawakal juga tidak akan menjadikan seseorang takabur ketika meraih kesuksesan.

Iklan