“Wahai orang yang beriman , jagalah diri dan keluargamu dari api neraka.” (QS.At Thamrin:6) Anak adalah investasi orang tua dunia akhirat. Kenali kesalahan-kesalahan orang tua dalam mendidik anak yang berakibat fatal terhadap perkembangan anak.

Pertama, Menumbuhkan Rasa Takut dan Minder

Agar anak berhenti menangis atau tidak rewel, kita sering menakut-nakuti mereka agar berhenti menangis. Kita takuti mereka dengan gambaran hantu, jin, suara-suara yang menakutkan dan lain-lain. Dampaknya anak akan tumbuh menjadi anak yang penakut, tidak percaya diri dan tidak mandiri.

Akhirnya kemana-mana minta ditemenin, kemana-mana maunya bersama orang tua. Ke kamar mandi, ke sekolah, mau tidur dan lain-lain minta ditemenin orang tua, aktifitas yang semestinya bisa mereka kerjakan sendiri.

Kedua, membiasakan anak bergaya hidup mewah

Kebiasaan ini membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang hedonis dan asosial. Lihatlah disekeliling kita sekarang, banyak anak-anak yang kemana-mana dengan BlackBery-nya. Anak dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang akhirnya mereka tumbuh menjadi pribadi yang tidak punya daya juang, mereka hanya berharap terhadap fasilitas yang diberikan orang tuanya. Mereka tidak diajari bagaimana mencapai sesuatu yang diinginkannya dengan sebuah perjuangan.

Ketiga, selalu berkata “YA” untuk permintaan anak

Dengan alasan untuk mengatasi kerewelan anak, merasa kasihan atau karena merasa selalu sanggup memenuhi permintaannya. Sikap ini salah satu kesalahan fatal orang tua dalam pola pengasuhan anak.

Anak yang selalu ditenangkan dengan pemenuhan kemauannya akhirnya akan menjadikan tangisan dan amukan sebagai senjata ampuh untuk menaklukkan orang tua. Dan kalau orang tua terus memenuhinya, bersiap-siaplah anak anda menjadi anak yang lemah, cengeng dan tidak punya jati diri.

Keempat, lebih memerhatikan kebutuhan jasmaninya.

Banyak orang tua mengira, mereka telah memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya dengan memenuhi hajat hidup dunianya. Mereka lupa bahwa anak-anak juga perlu nutrisi untuk bathinnya. Mereka baru sadar ketika si anak punya orang tua tandingan, yakni ; televise, babysitter, anak-anak jalanan, dan lain-lain. Mereka baru sadar ketika si anak lebih nurut dan patuh kepada babysitternya daripada kepada orangtuanya sendiri. Disela-sela kesibukan, luangkanlah waktu untuk mereka. Inputkan data data positif buat mereka.

Kelima, sekolah

Berdalih fasilitas dan kualitas pengajaran yang bagus. Meskipun mahal, banyak orang tua muslim yang menyerahkan anak-anaknya kepada sekolah-sekolah asing bahkan sekolah-sekolah misionaris. Tidak dapat dipungkiri mereka akan tumbuh dan berkembang atas dasar kesesatan. Apa yang diharapka lagi kalau sudah demikian..??

Pilihan ada ditangan abi dan ummi, ayo berikan yang terbaik buat anak anak kita. Karena suatu saat kelak, kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah atas apa yang telah diamanatkan Allah kepada kita sebagai orang tua. Wallahu’alam bissawab.