Syarat Berdoa’a

1.Hadirnya hati dan penuh harapan

Sucikan hati kita dengan senantiasa membersihkan niat. Optimislah bahwa Allah swt selalu mendengarkan dan mengabulkan doa kita. Jangan pernah takut dikecewakan oleh Allah swt, karena Allah swt tak pernah mengecewakan hamba Nya seperti manusia yang sering mengecewakan kita.

Tirmidzi meriwayatkan hadist Abu Hurairah ra dari Rasulullah saw bersabda,”Berdo’alah kepada Allah dan kamu yakin akan dikabulkan.Sesungguhnya Allah tidak akan menerima do’a dari hati yang lalai dan lupa.”

Untuk mewujudkan harapan, harus disertai dengan rasa takut. Oleh karena itu, seorang wajib menggabungkan antara keduanya agar ia selamat dan tidak memiliki salah satunya saja. Harapan saja dapat menghantarkan seorang untuk berbuat makar, sementara rasa takut dapat menjerumuskan seseorang kedalam keputusasaan dan keduanya itu tercela. Dalam hadist disebutkan,”Aku membagi rasa takut dan harap agar tidak berkumpul pada diri seseorang di dunia sehingga dia akan mencium baunya surga.”

2.Berketeguhan hati dalam meminta dan berdoa

Allah swt mencintai hambaNya yang bersungguh-sungguh. Begitu juga dalam berdoa. Berdoalah dengan jujur,kokoh, dan pasti serta tak ada keragu-raguan dalam hati dan ucapan.

Rasulullah saw bersabda,”Jika salah seorang diantara kamu berdoa maka janganlah berkata : “Ya Allah jika Engkau berkehendak maka ampunilah aku : tetapi hendaklah dia bersungguh-sungguh dan membesarkan keinginan karena Allah tidak memandang besar terhadap sesuatu yang diberika-Nya (HR.Tirmidzi)

3.Terus menerus berdoa

Berdoalah dan memintalah pada Allah swt dengan terus menerus. Hal ini menunjukkan kesungguhan permintaan kita. Ingatlah bahwa air yang menetes terus menerus dapat menghancurkan batu yang keras.

Tundukan kepala dan janganlah lelah untuk terus berdoa dengan perasaan cemas dan sangat mengharapkan untuk dikabulkan. Tak perlu putus harapan. Dengan kesungguhan ini doa semakin berpeluang untuk dikabulkan. Barang siapa yang mengetuk pintu maka akan dibukakan pintu baginya.

4.Larangan minta disegerakan dan meninggalkan doa

Allah swt tidak menyukai ketergedsa-gesaan.Tak jarang doa sangat lama dikabulkan Allah swt. Bersabar dalam berdoa sangat dibutuhkan. Rasulullah saw melarang umatnya untuk minta disegerakan dalam pengabulan doa,lalu meninggalkan doa karena pengabulannya dilambatkan, sebab yang demikian ini merupakan penghalang terkabulnya doa.Seyogyanya seorang hamba tidak berputus asa dari dikabulkannya doa walaupun masa penantiaanya begitu lama.

5.Rezeki dan Makanan yang halal

Sebab terpenting dikabulkannya doa adalah halalnya rezeki yang dimiliki manusia yaitu didapatkan dengan cara yang disyariatkan,sedangkan diantara penghalan dikabulkannya doa adalah ketika seorang tidak peduli terhadap halal dan haram dalam mendapatkan rezekinya dan makanannya.

Rasulullah saw pun bersabda, “Wahai Sa’ad perbaikilah makanmu maka kamu akan menjadi orang yang dikabulkan doanya. Demi Zat yang diri Muhammad ada ditangan-Nya, sesungguhnya jika seorang hamba memasukkan ke dalam perutnya sesuap barang haram maka Allah tidak akan menerima amalnya selama empat puluh hari dan siapa saja hamba yang dagingnya tumbuh dari barang haram maka nerakalah yang pantas untuk melimatkannya.”(Thabarani dalam ash-Shaghir)

6.Minta Ampun

Permintaan yang sangat penting dipinta oleh seseorang hamba pada Tuhannya adalah meminta ampunan atas dosa-dosanya dan dihindari dari api neraka dan masuk surga.

Rasulullah saw bersabda,”Sekitar Nadnadan.” (Abu Dawud dan yang lainnya).Nadnadan artinya sekitar permintaan surga dan selamat dari neraka.Abu Muslim al-Kaulani berkata, “Tidaklah saya ditawari untuk berdoa, lalu disebutkan neraca kecuali saya palingkan doa itu untuk berlindung dari Nya”.

7.Menggantikan permintaan hamba dengan sesuatu yang menggandung kebaikan

Rachmat Allah swt kepada hambanya ialah bahwa ada kalanya seorang hamba meminta dipenuhi salah satu kebutuhan dari kebutuhan duniawi maka adakalanya Allah swt mengabulkannya atay mengganti dengan yang lebih baik. Diantaranya dengan menghindarkan keburukan darinya atau menyimpan untuknya di akhirat atau diampuni dosanya.

Tidaklah seorang berdoa kepada Allah dengan suatu doa kecuali Allah akan mendatangkan apa yang dia minta atau ditahan dari keburukan yang semisal, selama dia tidak meminta perbuatan dosa atau minta diputuskan tali silaturahim.

Tidak ada seorang muslim yang berdoa dengan suatu doa yang didalamnya tidak ada unsur perbuatan dosa atau pemutusan silaturahim kecuali Allah akan memberikan tiga pilihan. Pertama,segera mengabulkan doanya ; kedua, menyimpan untuknya di akhirat dan ketiga melepaskannya dari kesulitan atau semisalnya.

Adab Berdo’a

1.Memilih waktu yang utama

a.Tengah malam atau akhir malam

Rasulullah saw bersabda, “Pada tiap malam, Tuhan kita turun ke langit dunia ketika bersisa sepertiga malam yang akhir.Allah berfirman ,”Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku pasti akan Aku kabulkan dan siapa yang memohon kepada-Ku, pasti akan Ku=beri dan siapa yang memohon ampun kepada Ku pasti akan Ku-ampuni.” (HR. Malik, Bukhari, Muslim Tirmidzi dan selainnya)

b.Sesudah shalat fardhu

Ditanyakan orang kepada Rasulullah, manakah doa yang paling didengar Allah ?” Rasulullah menjawab, “Doa ditengah malam dan doa setelah sholat wajib”.

c.Waktu Lapang

Memperbanyak doa tidak hanya pada waktu kita ditimpa kesulitan, tetapi perbanyaklah doa juga pada waktu kapang, yaitu pada waktu kita tengah tidak mengalami kesulitan.

“Barangsiapa yang menginginkan doanya dipenuhi Allah ketika dalam kesulitan maka hendaklah ia memperbanyak doa diwaktu lapang.(HR. Tirmidzi dan Hakim)

d.Waktu Sujud

“Jarak yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya ialah ketika sujud maka perbanyaklah doa (diwaktu itu).” (HR. Muslim)

e.Hari Arafah, 9 zulhijah waktu wukuf

Rasulullah bersabda,” Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi)

f.Hari Jumat

Jet